BEKASI – Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan EPA Championship U19 2026 antara Kendal Tornado FC U19 melawan Persekat Tegal U19 yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Laga yang digelar di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa ini diwarnai aksi heroik penjaga gawang Persekat U19 di penghujung laga.
Persekat U19 sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu melalui gol cepat pemain Kendal Tornado U19, Arga Adira Saputra, pada menit ke-8. Namun, konsentrasi pemain Kendal Tornado U19 yang menurun di pertengahan babak pertama berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Laskar Ki Gede Sebayu Muda.
Alfredo Arga Evan Mahendra menyamakan kedudukan pada menit ke-18, disusul oleh gol Dynasti Rama Yudhistira pada menit ke-42 yang membalikkan keadaan menjadi 2-1 hingga turun minum. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Joiner Kareth mencetak gol balasan bagi Kendal Tornado U19 pada menit ke-85.
Ketegangan memuncak di menit akhir pertandingan saat Kendal Tornado U19 mendapatkan hadiah penalti. Namun, kiper Persekat U19, Muhammad Teguh Dwi Maulana, tampil sebagai pahlawan dengan berhasil mengantisipasi tendangan tersebut sehingga skor tetap bertahan 2-2.
Menanggapi hasil tersebut, pelatih kepala Persekat U19, Nazal Mustofa, mengakui bahwa hasil imbang ini adalah pencapaian maksimal mengingat kondisi timnya yang pincang di babak kedua.
"Kita sudah maksimal ya. Di babak kedua taktik tidak berjalan karena satu-dua pemain kita cedera," ujar Nazal usai laga.
Nazal juga menyoroti penurunan performa lini tengah timnya. "Tengahnya kita kalah telat, dan menit-menit akhir konsentrasi kita buyar. Beruntung kiper kita, meskipun masih polos, bisa menahan penalti. Itu keberuntungan dan kerja keras dia," tambahnya.
Evaluasi besar akan dilakukan oleh tim kepelatihan Persekat U19, terutama mengenai mentalitas pemain saat sudah unggul. "Anak-anak seolah-olah menganggap pertandingan sudah selesai saat unggul. Ini masalah mental yang harus kita benahi untuk laga berikutnya," tegas Nazal.