BEKASI – Sriwijaya FC U19 harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah dengan skor telak 2-5 oleh Adhyaksa FC U19 dalam laga yang berlangsung di Lapangan 2 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Minggu (12/4). Meski sempat memimpin di awal laga, kondisi fisik yang merosot tajam menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Laskar Wong Kito Muda sebenarnya memulai laga dengan sangat menjanjikan. Ghimas Tiar Rifqi Rahman membuka keunggulan pada menit ke-18, disusul gol dari Muhamad Emir Hasan di menit ke-23. Coach Blitz Tarigan mengakui bahwa timnya cukup beruntung bisa mencuri gol di awal babak pertama.
Namun, Adhyaksa FC U19 memberikan respon cepat. Randika Putra Firdaus memperkecil ketertinggalan di menit ke-28, sebelum Fa'iz Fauzan Adim menyamakan kedudukan pada menit ke-42. Memasuki babak kedua, dominasi Adhyaksa FC U19 tak terbendung melalui gol-gol dari Yohanes Yapagaimu (56'), Muhammad Islami Rasya (61'), dan penalti dari Raghib Isyam Zachkayda (68').
Usai pertandingan, pelatih kepala Sriwijaya FC U19, Blitz Tarigan, mengungkapkan alasan di balik penurunan performa anak asuhnya yang sangat drastis. Ia menyebut bahwa hampir seluruh anggota tim sedang dalam kondisi tidak fit.
"Catatan ini kalau saya sampaikan katanya alasan karena kalah. Yang jelas menurut saya, kena flu. Rata-rata semuanya kena flu," ujar Blitz.
Kondisi kesehatan ini berdampak langsung pada ketahanan fisik pemain di lapangan. Menurutnya, para pemain hanya mampu tampil maksimal dalam durasi waktu yang sangat terbatas.
"Pemain rata-rata hanya kuat bertanding dengan intensitas tinggi selama 20 hingga 25 menit saja. Karena kondisi fisik yang melemah akibat flu, lawan dapat dengan mudah mengembangkan permainan dan membalikkan keadaan di babak kedua," tambahnya.
Menanggapi rencana evaluasi kedepan, Blitz merasa kesulitan untuk melakukan evaluasi teknis secara mendalam jika faktor utamanya adalah masalah kesehatan fisik pemain yang merata di dalam skuat.
"Ya memang nggak bisa kita ini... karena kondisi pemain rata-rata semua kena flu," pungkasnya, menekankan bahwa pemulihan kesehatan menjadi prioritas utama sebelum kembali ke jalur persaingan.