Dua Wajah Kebangkitan Arema FC dari Pertahanan dan Penyerangan

Dua Wajah Kebangkitan Arema FC dari Pertahanan dan Penyerangan

22 April 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 AREMA FC

MALANG - Di tengah tekanan kompetisi BRI Super League 2025/26 yang semakin ketat, Arema FC menemukan secercah harapan dari dua pemainnya. Lucas Frigeri dan Gustavo Franca menjadi representasi bagaimana kerja keras dan respon terhadap tekanan mampu mengubah arah cerita sebuah tim.

Kolaborasi dalam menjaga asa di sisa kompetisi. Satu menjaga gawang dari lini terakhir, satu lagi mengawal pertahanan dari depan. Keduanya bukan hanya berbagi peran, tetapi juga membawa semangat yang sama, bangkit dari tekanan dan membuktikan diri.

Performa Lucas Frigeri dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu sorotan utama. Setelah sempat diragukan karena tingginya jumlah kebobolan, dia justru bangkit dengan catatan dua laga tanpa kebobolan. Bagi seorang penjaga gawang, momen seperti ini bukan sekadar statistik, tetapi juga soal mengembalikan kepercayaan baik dari tim maupun suporter.

Sebelumnya, penjaga gawang asal Brasil itu sempat berada dalam posisi sulit. Catatan kebobolan yang tinggi membuatnya harus berbagi peran, bahkan beberapa kali memulai laga dari bangku cadangan.

Namun, dia tidak memilih jalan mudah dengan menyalahkan keadaan dan sebaliknya menjadikan kritik sebagai bahan bakar untuk berkembang.

”Saya memahami apa yang penggemar inginkan kepada saya sebagai pemain. Menunjukkan kemampuan individu yang maksimal dan membantu tim dalam meraih kemenangan jadi hal yang selalu saya upayakan,” ujar Lucas Frigeri.

Dia juga menyadari bahwa performa tidak selalu berada di titik terbaik. Ada fase ketika kesalahan terjadi, atau ketika lawan tampil lebih efektif. Hal tersebut adalah bagian dari proses yang harus dilalui setiap pemain.

Konsistensi latihan, kedisiplinan, serta keterbukaan terhadap evaluasi menjadi fondasi kebangkitannya. Targetnya sederhana, tetapi bermakna besar mengembalikan kepercayaan Aremania yang sempat goyah.

Di sisi lain, Gustavo Franca memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas lini serang. Pengalaman yang dimilikinya membuatnya memahami betul bagaimana menghadapi tekanan, terutama saat bermain di kandang lawan.

Pada pekan ke-29 BRI Super league 2025/26 tim akan melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4) malam.

Laga yang akan menjadi ujian Arema FC selanjutnya. Dengan atmosfer yang dipenuhi Bobotoh bukan hal asing baginya, namun tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

“Stadion itu (GBLA) selalu dipenuhi supporter Persib (Bobotoh), tentu saja itu memberikan tekanan tersendiri bagi kami ketika bertanding,” kata mantan pemain Perseija Jakarta itu.

Menurutnya, tekanan dari tribun bisa memengaruhi konsentrasi jika tidak dihadapi dengan kesiapan mental yang kuat. Namun, dia juga melihat sisi lain yang bisa menjadi kekuatan bagi tim.

“Dukungan yang familiar itu membuat kami bisa terus semangat sampai akhir laga,” pungkas Gustavo Franca.