Antara Kekecewaan dan Keyakinan Tavares di Tengah Tekanan Persebaya

Antara Kekecewaan dan Keyakinan Tavares di Tengah Tekanan Persebaya

22 April 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PERSEBAYA SURABAYA

SURABAYA - Sepanjang 28 pekan BRI Super League 2025/26 yang telah bergulir, Persebaya Surabaya menempati posisi ke-6 dengan perolehan 42 poin. Hasil dari 11 kali meraih kemenangan, seri 9 kali dan mengalami kekalahan sebanyak 8 kali.

Tekanan kepada tim semakin terasa setelah hasil yang tidak sesuai harapan di dua laga terakhir. Secara beruntun tim mengalami kekalahan, terakhir tim harus menyerah 1-2 dari tim papan bawah, Madura United FC di kandang sendiri.

Bagi Bonek, hasil tersebut bukan sekadar angka di papan skor, tetapi soal harga diri dan konsistensi tim yang selama ini dibanggakan.

Di tengah situasi itu, pelatih Bernardo Tavares memilih untuk tidak bersembunyi di balik alasan. Dia justru berdiri di garis depan, mengakui kekecewaan yang dirasakan semua pihak.

“Saya setuju. Saya juga kecewa, para pemain juga kecewa. Saya sudah minta maaf karena saya tidak suka kalah dari siapapun. Bagi saya sepak bola adalah tentang kemenangan,” kata pelatih asal Portugal itu.

Pernyataan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari karakter pelatih yang menempatkan standar tinggi dalam setiap pertandingan. Namun dibalik tuntutan hasil, dia juga mencoba melihat pertandingan secara lebih utuh. Bahwa usaha para pemain tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Tapi hari ini kita perlu mengerti bahwa para pemain sudah memberikan segalanya. Tim lawan beruntung karena saat pertama kali mereka melewati garis serang di babak pertama, saat pertama kali menyentuh bola, mereka mencetak gol fantastis. Lulinha pemain bagus, tapi saya yakin dari 100 tembakan, dia tidak akan bisa mencetak gol seperti itu lagi,” imbuhnya.

Dia menegaskan satu hal penting, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai logika kerja keras. Ada momen-momen kecil yang menentukan hasil akhir, dan terkadang keberuntungan berpihak pada lawan.

Meski demikian, mantan pelatih PSM Makassar itu tidak menutup mata terhadap dampak emosional dari kekalahan tersebut. Dia memahami betul apa yang dirasakan suporter, karena baginya, sepak bola bukan sekadar pekerjaan melainkan kehidupan.

“Saya yakin suporter sedih, tapi saya dan para pemain juga sangat sedih karena ini adalah hidup kami. Dan rasanya sangat berbeda saat kami menang dan bermain bagus, dibandingkan saat kami bermain lumayan tapi kalah,” pungkas Tavares.

Selanjutnya Persebaya bersiap untuk menjalani dua laga tandang BRI Super Super League 2025/26 yang akan berlangsung beruntun. Terdekat pekan ke-29 tim akan melawan Malut United FC di Stadion Kie Raha Ternate dan pekan ke-30 bertemu tuan rumah Arema FC.