JAKARTA – Persis Solo U16 harus puas menyandang gelar runner-up Elite Pro Academy (EPA) Super League U16 2025/26 setelah kalah dramatis lewat adu penalti melawan Persik Kediri U16. Meski gagal membawa pulang trofi utama dalam laga final di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5) lalu, kubu Sambernyawa Muda tetap pulang dengan kepala tegak berkat dominasi penghargaan individu.
Setelah bermain imbang 1-1 hingga waktu normal habis, keberuntungan belum berpihak pada Persis U16 yang kalah 4-5 di babak tos-tosan. Namun, kekecewaan tersebut terobati dengan pengakuan atas kualitas pembinaan akademi mereka. Dua penjaga gawang Sambernyawa Muda, Dhanet Andhika Bhayangkara (Persis U18) dan Erdeva Aulia Egon, sukses dinobatkan sebagai Kiper Terbaik. Tak hanya pemain, sang juru taktik Persis U16, Imam Rohmawan, juga terpilih sebagai Pelatih Terbaik.
Direktur Teknik Akademi Persis, Rasiman, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan konsep pembinaan yang mereka usung. Menurutnya, akademi tidak hanya fokus mencetak pemain jempolan, tetapi juga mengupgrade kualitas staf kepelatihan.
“Tentu empat gelar ini cukup membanggakan. Banyaknya individu yang menjadi pemain dan pelatih terbaik ini sangat bagus. Ini menunjukkan bahwa kita melakukan development tidak hanya untuk pemain, tapi juga pelatih,” ujar Rasiman.
Rasiman juga mengapresiasi etos kerja seluruh elemen tim serta dukungan penuh dari manajemen Persis Solo yang membuat operasional akademi berjalan mulus sepanjang musim tanpa hambatan berarti.
Selain raihan penghargaan, indikator keberhasilan akademi ini juga terlihat dari masifnya pemanggilan penggawa muda Laskar Sambernyawa ke Tim Nasional di berbagai kelompok umur (U16, U18, dan U20). Rasiman optimistis, para pemain muda ini akan menjadi tulang punggung tim utama Persis Solo di masa depan.
Menatap musim depan (2026/2027), Akademi Persis memilih tidak bersantai. Evaluasi langsung dilakukan, dan program latihan dipastikan terus berjalan tanpa jeda demi mencuri start dibanding kontestan lain.
"Ini sebuah konsep akademi terbaru dari Persis Solo dan mudah-mudahan berjalan cukup baik," pungkas Rasiman optimistis.